Rendahnya literasi keuangan di kalangan Generasi Z memengaruhi kemampuan mereka dalam mengelola keuangan secara bijak. Di Banjar Suka Wardaya, Lingkungan Babakan Gerung, banyak Generasi Z seperti muda-mudi STT Saraswati belum terbiasa mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta belum memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga rentan terhadap perilaku konsumtif. Program kerja mandiri ini bertujuan meningkatkan pemahaman literasi keuangan Generasi Z melalui strategi pencatatan keuangan sederhana sebagai langkah awal membentuk kebiasaan finansial yang sehat. Sosialisasi diberikan secara langsung dengan pendekatan yang sesuai dengan rutinitas Generasi Z, sehingga mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni observasi dan wawancara awal untuk mengenali ke-biasaan finansial Generasi Z, praktik pencatatan keuangan menggunakan buku harian, serta kontrol dan evaluasi untuk melihat perkem-bangan pemahaman dan penerapannya. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dalam mencatat arus kas, menyusun prioritas pengeluaran, serta menyisihkan dana untuk ta-bungan dan kebutuhan darurat. Selain itu, Generasi Z mulai memahami pentingnya pencatatan sebagai da-sar perencanaan keuangan pribadi. Program ini membuktikan bahwa pencatatan sederhana dapat dijadikan strategi edukatif yang efektif dalam meningkatkan literasi keuangan dan mampu menjadi model pembelajaran yang relevan untuk diterapkan pada masyarkat dengan karakteristik serupa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025