Fungsi utama pendidikan di tingkat nasional adalah mengembangkan potensi dan membentuk karakter bangsa yang memiliki martabat dan peradaban tinggi. Namun, penetrasi budaya asing dan kemajuan teknologi di era globalisasi memicu krisis karakter dan erosi pemahaman kearifan lokal di kalangan siswa Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi urgensi inovasi, menganalisis kesenjangan implementasi, dan memformulasikan model pembelajaran berbasis kearifan lokal di SD. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis dari artikel jurnal terpilih. Hasil kajian menunjukkan bahwa kearifan lokal berfungsi vital sebagai fondasi penanaman nilai karakter positif dan pelestarian identitas budaya. Kesenjangan utama (gap) terletak pada: 1) Aspek Pedagogis, yaitu rendahnya kompetensi guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam kurikulum; dan 2) Aspek Sosiokultural, yaitu dampak globalisasi yang menyebabkan generasi muda perlahan meninggalkan nilai luhur lokal. Inovasi yang diusulkan adalah model terpadu melalui tiga jalur kegiatan (intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler) dengan memanfaatkan media digital untuk relevansi di era modern.
Copyrights © 2025