Tingkat kedisiplinan karyawan di sektor perbankan masih menjadi tantangan penting dalam menjaga efektivitas operasional dan kualitas layanan. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami peran faktor internal organisasi khususnya komitmen organisasi dan pengawasan dalam membentuk disiplin kerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Banyak penelitian sebelumnya menunjukkan hubungan antarvariabel ini, namun belum banyak yang meneliti model mediasi kepuasan kerja dalam konteks bank swasta di Jakarta Selatan, yang memiliki karakteristik persaingan dan tekanan kerja tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasi dan pengawasan terhadap disiplin kerja baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 120 karyawan bank swasta di Jakarta Selatan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis SmartPLS 4.0, dengan tahapan pengujian outer model (validitas dan reliabilitas) serta inner model (uji hipotesis, R², dan efek mediasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen organisasi dan pengawasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (β = 0,415; β = 0,372), serta terhadap disiplin kerja (β = 0,298; β = 0,257). Kepuasan kerja juga berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja (β = 0,336) dan terbukti memediasi pengaruh komitmen organisasi dan pengawasan terhadap disiplin kerja. Nilai R² disiplin kerja sebesar 0,63 menunjukkan kemampuan model menjelaskan 63% variansi perilaku disiplin karyawan.
Copyrights © 2025