Kota Surabaya sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur memiliki permasalahan seperti kemacetan. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan penyediaan angkutan umum massal yang menghubungkan Kota Surabaya dengan wilayah penyangga, salah satunya adalah Mojokerto. Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan moda transportasi publik yaitu Bus Trans Jatim Koridor 2 yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Kota/Kabupaten Mojokerto. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu SK Dirjen Perhubungan Darat Nomor 687 tahun 2002. Kriteria yang dilakukan penilaian yaitu faktor muat (load factor), kecepatan perjalanan, waktu antara (headway), waktu henti, sirkulasi, dan waktu tunggu. Hasil penelitian diperoleh nilai faktor muat (load factor) rute Surabaya-Mojokerto dan sebaliknya untuk hari efektif kerja yaitu 57%. dan 69%, sedangkan untuk hari libur yaitu 32% dan 49%. Rerata kecepatan rute Surabaya-Mojokerto dan sebaliknya untuk hari efektif kerja yaitu 32 km/jam dan 42 km/jam, sedangkan untuk hari libur yaitu 39 km/jam dan 42 km/jam. Rerata waktu antara (headway) rute Surabaya-Mojokerto dan sebaliknya yaitu 11 menit. Rerata waktu sirkulasi rute Surabaya-Mojokerto dan sebaliknya yaitu 84 menit dan 98 menit, sedangkan untuk hari libur yaitu 80 menit dan 100 menit. Jumlah armada yang dibutuhkan rute Surabaya-Mojokerto dan sebaliknya yaitu 18 armada.
Copyrights © 2025