Penelitian ini dilakukan pada salah satu perusahaan yang memproduksi semen tersebar di Indonesia dan Asia Tenggara. Pada area Dispatch, terdapat 4 mesin palletizer yang beroperasi selama 24 jam tanpa henti dan berperan penting dalam proses pengemasan akhir. Berdasarkan data historis, mesin palletizer D tercatat memiliki durasi downtime tertinggi, sehingga menjadi fokus penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan downtime mesin dengan menggunakan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses. Berdasarkan hasil penelitian pada mesin palletizer D menghasilkan nilai rata-rata Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada periode Juni hingga Oktober 2024 sebesar 74%. Analisis Six Big Losses, ditemukan bahwa kategori kerugian yang paling dominan adalah breakdown losses dengan persentase sebesar 15%. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa permasalahan utama yang terjadi disebabkan oleh kerusakan pada komponen motor, sehingga diperlukan penggantian komponen dengan unit yang baru untuk mengurangi potensi terjadinya kerugian serupa di masa mendatang.
Copyrights © 2025