UKM manufaktur di Kota Bandar Lampung menghadapi keterbatasan dalam meningkatkan daya saing akibat pengelolaan pengetahuan yang belum terarah dan pemanfaatan modal intelektual yang belum optimal. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan inovasi dan lemahnya kinerja pasar UKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Strategic Knowledge Management dalam membentuk Intellectual Capital serta dampaknya terhadap Innovation Performance dan Market Performance pada UKM manufaktur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei dengan instrumen kuesioner. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa Intellectual Capital dipengaruhi secara signifikan oleh kualitas sumber daya manusia (β > 0; p < 0,05), kekuatan hubungan eksternal (β > 0; p < 0,05), dan dukungan struktur organisasi (β > 0; p < 0,05). Selanjutnya, Intellectual Capital terbukti berpengaruh signifikan terhadap Innovation Performance (p < 0,05) dan Market Performance (p < 0,05), yang mengindikasikan peran strategis modal intelektual dalam meningkatkan daya saing UKM. Namun demikian, temuan juga menunjukkan bahwa praktik Strategic Knowledge Management pada UKM masih cenderung bersifat informal sehingga kontribusinya belum optimal. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pengelolaan pengetahuan yang lebih terstruktur sebagai strategi kunci untuk mendorong inovasi dan keberlanjutan kinerja UKM manufaktur.
Copyrights © 2025