Bencana banjir merupakan ancaman hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak signifikan terhadap kondisi sosial ekonomi rumah tangga. Pada akhir tahun 2025, banjir besar melanda Kabupaten Aceh Utara, termasuk Kecamatan Tanah Jambo Aye yang memiliki karakteristik wilayah semi-perkotaan dengan aktivitas ekonomi relatif tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial ekonomi banjir terhadap rumah tangga dan infrastruktur desa di Desa Kota Panton Labu, Desa Meunasah Panton, dan Desa Samakurok. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan deskriptif–partisipatif berbasis survei lapangan pada tanggal 9–12 Januari 2025. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur, observasi langsung, dan wawancara dengan rumah tangga terdampak serta aparatur desa. Fokus kajian meliputi tingkat kerusakan rumah, kehilangan aset rumah tangga, dampak terhadap mata pencaharian, serta kerusakan infrastruktur dasar desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa banjir menyebabkan kerusakan rumah dari kategori ringan hingga berat, termasuk rumah yang tidak layak huni, disertai kehilangan aset penting, terhentinya usaha kecil, serta kerugian pada sektor pertanian dan peternakan. Kerusakan infrastruktur, khususnya drainase dan jalan desa, meningkatkan risiko banjir susulan dan memperlambat pemulihan. Dampak sosial yang muncul meliputi trauma psikologis, pengungsian, dan keterbatasan akses air bersih. Temuan ini menegaskan bahwa dampak banjir di wilayah semi-perkotaan bersifat kompleks dan multidimensional, sehingga diperlukan kebijakan pemulihan dan mitigasi banjir yang responsif, berbasis kebutuhan masyarakat, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026