Jurnal Fatwa Hukum
Vol 8, No 4 (2025): E-Jurnal Fatwa Hukum

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA ABORTUS DIKALANGAN MAHASISWA DI KOTA PONTIANAK DITINJAU DARI SUDUT KRIMINOLOGI

NIM. A01111196, DEWI RAHMALIA (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Dec 2025

Abstract

ABSTRACT This study examines the factors that cause abortion among university students in Pontianak City from a criminological perspective. The growing prevalence of free association, premarital sexual relations, and the lack of sexual education and parental supervision are the main triggers of unwanted pregnancies. Pregnancy outside of marriage is considered a disgrace, leading some students to choose abortion as a means of avoiding social pressure, fear of their families, and concerns about their future and academic continuity. This research employs a normative-sociological method through both fieldwork and literature study. Data were collected through interviews and questionnaires distributed to 20 students who had undergone abortion, as well as other related parties such as abortion pill sellers and traditional practitioners who provide abortion services. The analysis identifies the causal factors, behavioral patterns, and the relationship between abortion incidents and criminological theories such as cultural deviance theory, social control theory, and social learning theory. The findings indicate that the dominant factors causing abortion include free association, lack of parental supervision and attention, limited sexual education, social pressure resulting from pregnancy outside of marriage, economic and emotional unpreparedness for marriage, and a declining understanding of religious values. From a criminological standpoint, abortion among students is influenced by social interactions, weak self-control, peer imitation, and shifting cultural norms. This study affirms that abortus provocatus criminalis constitutes a criminal act as regulated in the Indonesian Criminal Code (KUHP). Therefore, preventive efforts are required, including sexual education, strengthening the role of families, increasing moral awareness, and involving the government and educational institutions in providing counseling to prevent deviant behavior among university students. Keywords: abortion, university students, criminology, premarital pregnancy, free association. ABSTRAK Penelitian ini membahas faktor-faktor penyebab terjadinya abortus (pengguguran kandungan) di kalangan mahasiswa di Kota Pontianak ditinjau dari sudut kriminologi. Fenomena meningkatnya pergaulan bebas, hubungan seksual pranikah, serta rendahnya pendidikan seksual dan pengawasan keluarga menjadi pemicu utama terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. Kehamilan di luar nikah dianggap sebagai aib, sehingga sebagian mahasiswa mengambil langkah aborsi sebagai upaya menghindari tekanan sosial, rasa takut terhadap keluarga, serta kekhawatiran akan masa depan dan kelangsungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode normatif-sosiologis dengan pendekatan lapangan dan kepustakaan. Data diperoleh melalui wawancara dan penyebaran angket kepada 20 mahasiswa pelaku abortus, serta pihak lain seperti penjual obat aborsi dan dukun yang menyediakan jasa aborsi. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi faktor penyebab, pola perilaku, serta keterkaitan fenomena abortus dengan teori-teori kriminologi seperti teori penyimpangan budaya, teori kontrol sosial, dan teori belajar sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan penyebab abortus meliputi pergaulan bebas, kurangnya pengawasan dan perhatian orang tua, minimnya pendidikan seks, tekanan sosial akibat kehamilan di luar nikah, ketidaksiapan ekonomi dan emosional untuk menikah, serta rendahnya pemahaman nilai keagamaan. Dari perspektif kriminologi, perilaku abortus dikalangan mahasiswa dipengaruhi interaksi sosial, lemahnya kontrol diri, imitasi perilaku teman sebaya, dan perubahan nilai budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa abortus provocatus criminalis merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam KUHP, sehingga diperlukan upaya preventif melalui pendidikan seks, penguatan peran keluarga, peningkatan kesadaran moral, serta keterlibatan pemerintah dan lembaga pendidikan dalam memberikan penyuluhan untuk mencegah perilaku menyimpang di kalangan mahasiswa. Kata Kunci: abortus, mahasiswa, kriminologi, kehamilan di luar nikah, pergaulan bebas.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jfh

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura (Bagian Hukum Keperdataan, Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Tata Negara, Bagian Hukum Ekonomi, dan Bagian Hukum ...