Perkembangan teknologi digital meningkatkan risiko terjadinya cyberbullying pada anak usia sekolah dasar yang berdampak pada kondisi psikososial, seperti kecemasan, penurunan kepercayaan diri, dan gangguan interaksi sosial. Anak sebagai korban sering mengalami kesulitan dalam mengungkapkan perasaan dan pengalaman yang dialami. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pendampingan psikososial yang ramah anak dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media KOCETA (Kotak Cerita) sebagai sarana pendampingan psikososial dalam menurunkan kecemasan korban cyberbullying pada siswa SDN 04 Banaran, Sragen. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan psikososial melalui tahapan pemberian edukasi, diskusi, pengisian kuesioner, serta pendampingan menggunakan media KOCETA. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan evaluasi pascapendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keberanian siswa dalam mengekspresikan perasaan, perbaikan interaksi sosial, serta penurunan tingkat kecemasan dan peningkatan kepercayaan diri. Media KOCETA terbukti efektif sebagai sarana ekspresi emosional yang aman dan mendukung pemulihan kondisi psikososial peserta didik. Dengan demikian, KOCETA dapat direkomendasikan sebagai media pendampingan psikososial yang aplikatif dan berkelanjutan di lingkungan sekolah dasar.
Copyrights © 2026