ABSTRAK Perwalian adalah wewenang hukum yang diberikan kepada seseorang untuk mewakili dan mengurus kepentingan anak yang belum dewasa yang ditinggal wafat oleh kedua orang tuanya, kedudukan wali sangatlah penting bagi anak dibawah umur yang membutuhkan peran orang dewasa pada tumbuh kembangnya, maka pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan penetapan perwalian terhadap anak tunggal mumayyiz yang ditinggal wafat oleh kedua orang tuanya berdasarkan Hukum Islam. Permasalahan utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana ketentuan perwalian bagi anak tunggal mumayyiz menurut Hukum Islam dan apa akibat hukum dari penetapan wali terhadap anak tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif dengan melakukan penelitian dengan cara meneliti bahan pustaka yang ada seperti mempelajari Al-Qur’an, Hadits, Kompilasi Hukum Islam (KHI), buku-buku seperti jurnal dan hasil penelitian terdahulu, perundang-undangan dan tulisan-tulisan yang relevan dengan masalah yang akan diteliti. Berdasarkan hasil penelitian, perwalian bagi anak tunggal mumayyiz yang ditinggal wafat oleh kedua orang tuanya dapat ditetapkan oleh pengadilan agama jika tidak ada wasiat atau penunjukan wali sebelumnya baik secara lisan maupun tertulis dan wali yang dipilih diutamakan dari keluarga terdekat yang memenuhi syarat. Penetapan wali menimbulkan kewajiban bagi wali untuk memelihara, mendidik, dan mengelola harta anak dengan itikad baik sesuai prinsip Hukum Islam dan peraturan yang berlaku. Kata Kunci: anak mumayyiz, hukum islam, pengadilan agama, perlindungan anak, perwalian. ABSTRACT Guardianship is the legal authority given to someone to represent and manage the interests of a minor child whose parents have passed away. The position of guardian is very important for minors who need the role of an adult in their growth and development. Therefore, this study aims to analyze the position and determination of guardianship for mumayyiz single children whose parents have passed away based on Islamic law. The main issues in this study are the provisions of guardianship for mumayyiz children according to Islamic law and the legal consequences of appointing a guardian for these children. The research method used is normative research by examining existing literature such as the Qur'an, Hadith, Compilation of Islamic Law (KHI), books such as journals and previous research results, legislation, and writings relevant to the issue being studied. Based on the results of the study, guardianship for an only child who has lost both parents can be determined by a religious court if there is no will or prior appointment of a guardian, either verbally or in writing, and the guardian chosen should preferably be from the immediate family who meets the requirements. The appointment of a guardian imposes an obligation on the guardian to care for, educate, and manage the child's property in good faith in accordance with the principles of Islamic law and applicable regulations. Keywords: child protection, guardianship, islamic law, mumayyiz child, religious court.
Copyrights © 2025