Abstract Sodomy is one of the crimes against morality. This phenomenon indicates a rather serious problem because it has caused moral damage, violated existing societal norms, and broken criminal laws. This study aims to analyze the criminological factors underlying the perpetrators' commission of sodomy against minors in Pontianak City. Sodomy against children is a form of sexual violence that has serious consequences for the victim's physical, psychological, and social development. Thru a criminological approach, this research aims to identify the motives, internal conditions of the perpetrators, and environmental factors that contribute to the formation of such deviant behavior. The research method used is normative-juridical research with empirical data support (normative-empirical), namely thru literature studies and interviews with law enforcement officials and relevant parties. The research findings indicate that sodomy is influenced by internal factors such as a history of being a victim of sexual violence (the victim-to-perpetrator cycle), uncontrolled sexual urges, and deviant psychological conditions; as well as external factors such as weak family supervision, a permissive social environment, and exposure to pornography thru digital media. This research confirms that sodomy against children is not only triggered by the individual characteristics of the perpetrator, but also by an unconducive social environment and a lack of sexual education within families and communities. This finding is expected to contribute to the development of criminological studies and serve as a reference for the government, law enforcement agencies, and child protection institutions in formulating more effective and comprehensive policies for preventing and addressing sexual violence against children. Keywords: Criminology, Sodomy, Underage, Perpetrator Abstrak Tindak Pidana sodomi merupakan satu diantara kejahatan kesusilaan. Fenomena tersebut menunjukkan permasalahan yang cukup serius karena telah terjadi kerusakan moral, melanggar norma-norma yang ada di masyarakat, dan telah melanggar perundang-undangan pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kriminologis yang melatarbelakangi pelaku melakukan tindak pidana sodomi terhadap anak dibawah umur di Kota Pontianak. Kejahatan sodomi terhadap anak merupakan satu diantara bentuk kekerasan seksual yang berdampak serius terhadap perkembangan fisik, psikis, dan sosial korban. Melalui pendekatan kriminologi, penelitian ini berupaya mengidentifikasi motif, kondisi internal pelaku, serta faktor lingkungan yang berkontribusi terhadap terbentuknya perilaku menyimpang tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan dukungan data empiris (normatif-empiris), yaitu melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan aparat penegak hukum serta pihak-pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana sodomi dipengaruhi oleh faktor internal seperti riwayat menjadi korban kekerasan seksual (victim to offender cycle), dorongan seksual yang tidak terkendali, dan kondisi psikologis yang menyimpang; serta faktor eksternal seperti lemahnya pengawasan keluarga, lingkungan sosial yang permisif, dan paparan pornografi melalui media digital. Penelitian ini menegaskan bahwa kejahatan sodomi terhadap anak tidak hanya dipicu oleh unsur individu pelaku, tetapi juga oleh lingkungan sosial yang tidak kondusif dan kurangnya edukasi seksual dalam keluarga maupun masyarakat. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian kriminologi dan menjadi rujukan bagi pemerintah, aparat penegak hukum, serta lembaga perlindungan anak dalam merumuskan kebijakan pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual terhadap anak yang lebih efektif dan komprehensif. Kata Kunci: Kriminologi, Sodomi, Anak, Pelaku.
Copyrights © 2025