Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di berbagai wilayah dan menyebabkan kerugian material serta korban jiwa. Berbagai penelitian sebelumnya telah mengembangkan sistem deteksi banjir berbasis satu jenis sensor, namun pendekatan tersebut memiliki keterbatasan pada kondisi permukaan air yang tidak stabil dan umumnya masih bergantung pada sumber daya listrik konvensional. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem pendeteksi banjir berbasis integrasi multi-sensor dan energi terbarukan sebagai solusi peringatan dini yang andal dan berkelanjutan. Sistem memanfaatkan sensor ultrasonik sebagai sensor non-kontak dan modul Water Level Control (WLC) sebagai sensor kontak langsung, di mana WLC berperan sebagai acuan utama karena responsnya yang cepat terhadap perubahan ketinggian air. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi ketinggian air hingga 95 cm pada kondisi siaga saat hujan sedang. Kebutuhan daya sistem sebesar 12,56 W dapat dipenuhi oleh panel surya 50 Wp dan baterai 12 V–20 Ah. Pengujian panel surya menghasilkan daya puncak sebesar 54,28 W pada intensitas cahaya matahari 1414 lux (lx) pada pukul 12.00, dan daya tetap mencukupi meskipun intensitas cahaya menurun hingga 1050 lux (lx) pada pukul 14.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu beroperasi secara efektif, akurat, dan mandiri sebagai sistem peringatan dini banjir.
Copyrights © 2025