Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Desain Sistem Monitoring Building Automation Berbasis IoT Kukuh Prio Pambudi; Muhammad Dimas Arofah; Anicetus Damar Aji; Muchlishah Much
Electrices Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/ees.v3i2.4111

Abstract

Desain Sistem Monitoring Building Automation Berbasis IoT dibuat untuk melihat dan memantau sensor yang bekerja di dalam gedung sehingga dapat memudahkan dalam melihat sistem suatu gedung dalam 1 tempat. Pada sistem ini menggunakan beberapa sensor seperti Flame sensor, DHT 11, MQ 135 dan SW-420. Kemudian untuk microcontroller yang digunakan adalah Arduino Mega 2560 kemudian untuk mengirim data sehingga online menggunakan NodeMCU ESP8266. Setelah itu platform yang digunakan untuk me-monitoring sistem tersebut menggunakan platform GOIOT. Cara kerja sistem ini adalah dengan mendeteksi sensor maka dalam sistem monitoring dapat langsung mengetahui sensor yang mendeteksi dan berada dimana sensor tersebut berada. Terdapat beberapa pengujian seperti pengujian antara Arduino Mega 2560 dengan NodeMCU memiliki kecepatan sebesar 1 detik. ESP8266, selanjutnya pengujian dari NodeMCU ESP8266 ke GOIOT juga memiliki kecepatan pengiriman data sebesar 1 detik. Kemudian untuk Pengiriman data dari sensor ke GOIOT memiliki banyak perbedaan waktu di masing masing sensor,seperti data yang tercepat dari sensor keGOIOT adalah Sensor Vibration 2 atau SW-420 yang waktunya adalah 2,8 detik sedangkan yang terlama dalah sensor DHT11-2 dengan waktu 32,35 detik.
PEMANFAATAN PLTS SEBAGAI SUMBER ENERGI AKUAPONIK DI DESA LEUWI KARET, KAMPUNG GUHA KULON, KLAPA NUNGGAL KABUPATEN BOGOR Dezetty Monika; Muchlishah Muchlishah; Murie Dwiyaniti
Dharmakarya Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i1.36267

Abstract

Pada era pandemi mengakibatkan sebagian besar mata pencaharian warga masyarakat Kampung Guha Kulon Desa Leuwikaret Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor dengan bercocok tanam dan bekerja serabutan. Sayangnya lahan disekitar kampung tersebut tidak cocok untuk ditanami tanaman sayur mayur dan kolam ikan. Kondisi tanah desa tersebut tanah cadas dan berkapur, sehingga sumber kebutuhan air susah didapat terutama pada musim kemarau. Karena kondisi tersebut menyulitkan warga memenuhi kebutuhan ekonomi dan gizi masyarakat. Sehingga pada pengabdian masyarakat Berbasis Kelompok Dosen akan melakukan kegiatan penerapan akuaponik berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Hasil dari kegiatan ini menunjukan sayur mayur yang ditanam seperti pokcoy dan kangkung dapat dipanen dalam waktu sekitar 3 minggu dan lele dapat dipanen dalam waktu 40hari. Dan dengan menggunakan PLTS masyarakat juga dapat menghemat biaya energi listrik sebesar 20 ribu rupiah per bulannya. Dengan demikian, diharapkan masyarakat akan terbantu secara ekonomi dan peningkatan kecukupan pemenuhan gizi masyarakat dengan sistem bercocok tanah menggunakan akuaponik dengan sumber energi berbasis PLTS, dimana energi tersebut bersumber dari cahaya matahari.
Peningkatan efisiensi sistem PLTS melalui optimasi susunan array panel surya Muchlishah, Muchlishah; Nadhiroh, Nuha; Nugroho, Dimas Adi; Imaduddin, Ashwin
JURNAL ELTEK Vol. 21 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v21i2.3191

Abstract

Letak geografis Indonesia sangat menguntungkan untuk pengembangan energi surya sebagai sumber energi listrik. Pembangkit listrik Tenaga Surya (PLTS) sangat cocok digunakan untuk mengatasi masalah pasokan listrik pada pulau-pulau di Indonesia. Beberapa faktor yang mempengaruhi daya luaran PLTS adalah iradiasi matahari, orientasi kemiringan modul surya, bayangan (shading), dan kenaikan temperatur. Bayangan merupakan masalah yang sangat penting karena dapat secara signifikan mempengaruhi efisiensi PLTS. Bayangan dapat ditimbulkan oleh pemasangan array modul surya dengan jarak yang tidak tepat (mutual shading) atau bangunan yang lebih tinggi disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi PLTS dengan meminimalisir efek mutual shading. Metode penelitian menggunakan eksperimental dengan mengumpulkan data primer berupa peak sun hour, iradiasi matahari, dan titik lokasi pengujian untuk mendapatkan potensi daya PLTS. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari pustaka terkait. Tahapan selanjutnya adalah pembuatan modul PLTS off grid dengan beberapa array modul surya sebagai peralatan uji. Pengambilan data dilakukan dengan variable bebas berupa jarak antar array, posisi array, iradiasi matahari, kondisi lingkungan, sedangkan variable terikat pada penelitian ini adalah nilai efisiensi PLTS. Dari hasil pengujian variasi sudut kemiringan panel surya dan variasi jarak antar array panel surya dapat disimpulkan bahwa topologi optimal pemasangan panel surya dengan ketinggian 10 cm adalah dengan sudut kemiringan 150 dan jarak antar array sebesar 20 cm. ABSTRACTIndonesia's geographical location is very favorable for the development of solar energy as a source of electrical energy. Solar power plants (PLTS) are very suitable to be used to overcome the problem of electricity supply on the islands in Indonesia. Several factors that affect the output power of PV mini-grid are solar irradiation, solar module tilt orientation, shading, and temperature rise. Shadow is a very important problem because it can significantly affect the efficiency of PV mini-grid. Shadows can be caused by installing an array of solar modules that are not properly spaced (mutual shading) or taller buildings in the vicinity. This study aims to increase the efficiency of PV mini-grid by minimizing the effect of mutual shading. The research method is experimental by collecting primary data in the form of peak sun hour, solar irradiation, and test location points to obtain the power potential of PLTS. Secondary data is data obtained from related libraries. The next stage is the manufacture of off-grid PLTS modules with several arrays of solar modules as test equipment. Data retrieval is carried out with independent variables in the form of distance between arrays, array position, solar irradiation, environmental conditions, while the dependent variable in this study is the value of PLTS efficiency. From the results of testing variations in the angle of inclination of solar panels and variations in the distance between arrays of solar panels, it can be concluded that the optimal topology for installing solar panels with a height of 10 cm is with a slope angle of 150 and the distance between arrays is 20 cm.
Pemasangan Sistem Pembumian pada Instalasi Listrik Balai RW 03 Beji Timur Muchlishah; Syuhada Al Farhan; Dezetty Monika; Nuha Nadhiroh
Electrices Vol 6 No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/ees.v6i2.7008

Abstract

Sistem pentanahan pada instalasi listrik sangat penting untuk memastikan keamanan pengguna dan mencegah kerusakan peralatan akibat lonjakan arus atau tegangan lebih. Di Balai RW 03 Beji Timur, variasi sifat tanah menyebabkan resistensi tanah yang tinggi sehingga menyebabkan sistem pentanahan tidak berfungsi secara optimal dan berpotensi tidak memenuhi standar keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas instalasi sistem pentanahan di Balai RW 03 Beji Timur, Depok, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dengan mengumpulkan data melalui pengamatan langsung dan pengukuran tahanan tanah menggunakan alat pengukur arde. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman penanaman elektroda berpengaruh secara signifikan terhadap tahanan pentanahan. Pada kedalaman 5 meter, resistensi masih tinggi dan tidak memenuhi standar PUIL 2011 yaitu ≤ 5 °C. Dengan menghubungkan dua elektroda secara paralel, nilai resistansi berhasil diturunkan ke kisaran 2,44 - 2,82 °C, sehingga memenuhi standar keamanan. Dengan demikian, sistem pentanahan elektroda terhubung paralel pada kedalaman 5 meter memberikan perlindungan yang lebih baik untuk instalasi listrik di Balai RW 03 Beji Timur.
Enhancing Renewable Energy Utilization in Remote Areas Through an Accessible IoT Monitoring Framework: A Case Study on Tidung Island Dwiyaniti, Murie; Isdawimah, Isdawimah; Nadhiroh, Nuha; Setiana, Hatib; Muchlishah; Monika, Dezetty; Wardhani, Rika Novita; Tahazen, Tahazen
Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika: JANAPATI Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/janapati.v14i2.93685

Abstract

This research addresses the lack of an accurate and efficient monitoring system for renewable energy utilization in Tidung Island. Despite its high solar and wind energy potential, the absence of real-time environmental data hinders optimal energy management. Existing IoT-based monitoring systems are costly and complex, making them unsuitable for remote areas. This research integrates Blynk IoT and Google Sheets database for real-time, cost-effective, and easily accessible data storage. This system enables real-time data acquisition to support efficient energy management and environmental monitoring in remote areas. Testing results show that the Telkomsel 4G modem provides a more stable connection with lower latency and minimal packet loss. Temperature remains between 25–30°C, while humidity fluctuates up to 100% at night. Wind speed is classified as low to moderate (1.0–6.1 m/s), and CO₂ levels range from 400–600 PPM, remaining within safe limits. These findings suggest the need for improved energy storage, system resilience against environmental changes, and adaptive energy management strategies for optimal hybrid renewable energy utilization.
Prediksi Energi Pada Panel Surya Offgrid 400 WP Menggunakan Software PVsyst Monika, Dezetty; Muchlishah, Muchlishah; Nadhiroh, Nuha; Z, Indra; Mulyadi, Wisnu Hendri; Mutiar
Electrices Vol 5 No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/ees.v5i1.5649

Abstract

Kinerja pada sistem panel surya dipengaruhi oleh letak geografis dan jenis dari modul panel surya yang digunakan. Sistem panel surya akan mengubah radiasi sinar matahari menjadi listrik. Penyinaran matahari pada daerah Jawa Barat 65,51% dan dan potensi energi matahari di Indonesia mencapai 4,8 kWh/m2 per hari. Penelitian ini bertujuan memprediksi energi yang dibutuhkan untuk mensuplai beban pompa air DC 100 Watt pada kebun hidroponik. Rancangan disimulasikan dengan software PVsyst dengan empat panel surya polycrystalline dengan kapasitas masing-masing 100 Wp yang disusun secara paralel. Selain itu juga dilakukan analisis perspektif plotting untuk mengetahui pengaruh pergerakkan matahari dan orientasi plotting untuk besar produksi energi listrik yang dihasilkan. Dari hasil simulasi yang didapatkan energi yang dibutuhkan beban sebesar 884,76 kWh/tahun. Sedangkan energi dari PLTS yang disuplai ke beban sebesar 504 kWh/tahun. Sehingga ada missing energy sebesar 380,76 kWh/tahun. Oleh karena itu, direkomendasian kombinasi suplai daya dengan sumber lain. Selain itu, sistem PLTS dapat dikategorikan cukup baik dengan nilai rasio SF yang didapatkan sebesar 0,57 dan nilai rata-rata rasio performa sebesar 0,653 dengan nilai diatas 0,7 pada bulan Februari, November dan Desember.
Sistem Monitoring PLTS pada Miniatur PLTH berbasis Mikrokontroler Permana, Bharata Sena Indra; Aji, Anicetus Damar; Muchlishah; Dezetty Monika
Elposys: Jurnal Sistem Kelistrikan Vol. 12 No. 2 (2025): ELPOSYS vol. 12 no. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elposys.v12i2.6230

Abstract

This study focused on the development of a monitoring system for a solar power plant within a miniature hybrid power system, utilizing the ESP32 microcontroller. The system was designed to enhance the efficiency and reliability of solar power monitoring by integrating sensors for light intensity, temperature, and humidity. Sensor data were analyzed and displayed in real time through the Blynk application, enabling practical remote monitoring via mobile devices. The results indicated a significant positive correlation between light intensity and temperature with the electrical power output. The system recorded a maximum voltage of 21,42 V, a maximum current of 1,95 A, and a peak power of 27,2 W from a 50 Wp solar panel measuring 40 cm × 62,5 cm × 2,5 cm, under peak light intensity and temperature conditions. Furthermore, the system effectively identified daily patterns in output power variability. In conclusion, the microcontroller-based monitoring system developed in this study offered an efficient and cost-effective solution for solar power plant management, significantly improving data acquisition and system performance monitoring. These findings contributed meaningfully to the advancement of more efficient and reliable photovoltaic (PV) technology.