Siswa tunagrahita sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika karena sifatnya yang abstrak dan membutuhkan proses berpikir terstruktur. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis mereka, padahal keterampilan tersebut penting untuk menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Salah satu alternatif strategi pembelajaran yang dapat menjembatani keterbatasan tersebut adalah model Project Based Learning (PjBL), yang menekankan keterlibatan aktif siswa melalui kegiatan nyata dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan model Project Based Learning dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa tunagrahita. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang siswa tunagrahita kelas VIII di SLB Purwosari, yang dipilih berdasarkan kemampuan dasar matematika dan karakteristik kebutuhan khusus yang dimilikinya. Penelitian dilaksanakan di SLB Purwosari selama 10 kali pertemuan dengan durasi 30 menit setiap pertemuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dengan guru kelas, serta analisis dokumentasi hasil kerja siswa selama pembelajaran. Instrumen penelitian mencakup panduan observasi, panduan wawancara, dan lembar tugas proyek matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning memberikan dampak positif terhadap partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran matematika. Siswa mengalami perkembangan dalam kemampuan mengidentifikasi masalah, menyusun solusi sederhana, dan menyelesaikan proyek yang relevan dengan materi secara lebih mandiri dan terstruktur. Observasi juga memperlihatkan bahwa pembelajaran berbasis proyek membantu siswa tunagrahita memahami konsep matematika secara nyata melalui kegiatan yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2025