Lansia merupakan penduduk berisiko tinggi untuk terjadinya berbagai macam penyakit degeneratif, antara lain asam urat, hipertensi, dan diabetes melitus. Diabates Mellitus Apabila tidak ditangani akan mengakibatkan masalah yang mendominasi, salah satunya yaitu Paripheral Artery Disease (PAD) sering juga disebut dengan Penyakit Arteri Perifer (PAP) merupakan kondisi penyumbatan pada arteri perifer akibat adanya proses atherosclerosis atau proses inflamasi yang menyebabkan lumen arteri menyempit (stenosis), yang ditandai dengan menurunnya nilai Ankle Brachial Index (ABI). Permasalahan yang terjadi di PSTW Pandaan adalah ditemukannya Nilai ABI Rendah pada Lansia yang Mengalami Diabetes Melitus. Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan Kadar Glukosa darah Sewaktu dengan Nilai Ankle Brachial Index (ABI). Penelitian ini menggunakan metode Korelasional. variabel independen GLukosa Darah Sewaktu dan variabel dependen Ankle Brachial Index dengan instrument penelitian Syphgmomanometer . Populasi dalam penelitian ini adalah 78 Lansia. Sampel yang digunakan adalah insidental sampling sejumlah 60 Lansia. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji Rank Spearman Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan sebanyak 38 orang (63,33%), Hampir Seluruh Kategori usia 60-74 tahun (91.7%), Nilai ABI terbanyak yaitu normal Sebanyak 56 OrangĀ dan nilai GDS terbanyak yaitu normal (80-139 mg/dl) sebanyak 47 orang (78.3%). Kesimpulan ada hubungan Gula Darah Sewaktu (GDS) terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI) pasien diabetes melitus di PSTW Pandaan p Value 0,000 dengan korelasi sedang (r 0,584).
Copyrights © 2025