Desa Tutuwaru di Kecamatan Pulau Letti memiliki potensi mangga lokal yang berlimpah, tetapi selama ini hanya dimanfaatkan sebagai buah segar dan dijual tanpa diolah, sehingga tidak memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Permasalahan utama adalah kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan inovasi dalam mengembangkan produk olahan berbasis potensi lokal yang dapat dipasarkan secara luas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok ibu PKK dan Dasawisma, melalui pelatihan inovasi produk manisan mangga sebagai usaha rumah tangga berbasis potensi desa. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahap, yaitu: persiapan (observasi dan koordinasi), pelaksanaan (sosialisasi, praktik pengolahan, pengemasan, dan pelabelan), serta evaluasi (pengukuran keterampilan, kualitas produk, dan kelayakan usaha).Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa 85% peserta mampu memproduksi manisan mangga sesuai standar sederhana, dan 80% peserta menunjukkan minat untuk mengembangkan produk sebagai usaha mikro. Produk manisan mangga memiliki cita rasa manis segar, tekstur kenyal, daya simpan 3 hari, serta kemasan berlabel “Manisan Mangga Tutuwaru” yang menarik dan beridentitas lokal. Kebaruan kegiatan ini terletak pada penerapan inovasi pangan berbasis buah lokal di wilayah kepulauan terdepan, dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi kreatif dan penguatan branding desa.
Copyrights © 2026