Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen kolaborasi antara pemerintah daerah, swasta, kelompok tani, dan KODIM 0609/Cimahi dalam pengembangan komoditas padi di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi kebijakan. Hasil menunjukkan pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator dan koordinator. Kolaborasi melibatkan pemerintah, kelompok tani, penyuluh, swasta, dan KODIM Cimahi sebagai penggerak, pendamping, dan pemersatu, khususnya dalam mendukung intensifikasi dan ekstensifikasi sawah. Faktor kunci keberhasilan adalah kepercayaan antaraktor, komunikasi, dukungan kebijakan dan anggaran, serta komitmen TNI AD dalam program TMMD dan Binter yang menyasar infrastruktur pendukung padi. Kendala meliputi koordinasi lintas sektor, alih fungsi lahan sawah, dan evaluasi kolaborasi yang belum optimal. Rekomendasi mencakup penguatan forum kolaborasi dengan melibatkan KODIM secara struktural, skema pendanaan bersama untuk menjaga lahan produktif, peningkatan kapasitas penyuluh bersama Babinsa, dan monitoring berbasis hasil khusus untuk ketahanan pangan.
Copyrights © 2025