Ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) merupakan faktor penting dalam mendukung produktivitas pertanian. Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian sehingga memerlukan dukungan kebijakan penyediaan sarana pertanian yang memadai. Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Garut berperan sebagai tempat utama yang mengelola penyediaan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani di berbagai wilayah Kabupaten Garut. Salah satu wilayah yang menjadi sorotan adalah Kecamatan Cisurupan, karena memiliki jumlah kelompok tani yang banyak dan aktivitas pertanian yang intensif, sehingga kebutuhan terhadap alsintan relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penyediaan alsintan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Garut dengan fokus di Kecamatan Cisurupan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori George C. Edwards III yang mencakup dimensi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian  menunjukkan implementasi kebijakan berjalan cukup baik, meskipun masih terdapat keterbatasan fasilitas yang perlu diperbaiki agar pelayanan lebih optimal.
Copyrights © 2025