Tata kelola keuangan masjid yang akuntabel menjadi prasyarat kepercayaan jamaah dan keberlanjutan program kemasjidan. Namun, praktik di lapangan menunjukkan pencatatan kas masih dominan manual, format laporan tidak seragam, pengarsipan bukti transaksi tidak tertib, serta ketergantungan pada satu bendahara. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan kas masjid melalui pendampingan digital menggunakan aplikasi berbasis Android melalui AppSheet yang dilengkapi buku panduan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan: (1) koordinasi dan survei awal, (2) asesmen kebutuhan dan FGD, (3) buku panduan dan pengembangan aplikasi, (4) pelatihan dan praktik input transaksi, (5) pendampingan implementasi dan monitoring, serta (6) evaluasi dan rencana keberlanjutan. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner penerimaan teknologi yang mengukur perceived usefulness, perceived ease of use, fasilitas pendukung, pengaruh sosial, kepercayaan & keamanan siber, persepsi transparansi & akuntabilitas, serta behavioral intention to adopt aplikasi. Hasil kegiatan menunjukkan mayoritas peserta menerima aplikasi dengan baik karena memudahkan rekap kas dan memperjelas laporan, namun hambatan utama muncul pada peserta usia lanjut yang memiliki keterbatasan literasi digital. Kegiatan merekomendasikan pendampingan berulang (micro-coaching), penunjukan PIC ganda (bendahara dan kader administrasi), serta mekanisme backup dan kontrol akses untuk memastikan keberlanjutan. Implikasi kegiatan ini adalah tersedianya model pemberdayaan tata kelola keuangan masjid yang mudah direplikasi melalui pembinaan DMI.
Copyrights © 2025