Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan salah satu institusi pemerintahan yang memiliki personel tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. Dalam rangka menjaga efektivitas dan optimalisasi kinerja, Polri menerapkan kebijakan mutasi personel sebagai bagian dari sistem pembinaan sumber daya manusia. Namun, berdasarkan observasi pada Polres Musi Rawas, proses mutasi personel masih dilakukan secara manual tanpa dukungan sistem terkomputerisasi yang memadai. Kondisi ini sering menyebabkan ketidaksesuaian antara kompetensi personel dengan kebutuhan jabatan, sehingga berpengaruh terhadap kinerja organisasi, Penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem pendukung keputusan (SPK) berbasis komputer untuk membantu proses penentuan mutasi personel pada Polres Musi Rawas. Sistem ini menggunakan beberapa kriteria dalam proses pengambilan keputusan, yaitu keterampilan (skill), lama jabatan, tanggung jawab (responsibility), prestasi kerja, kemampuan komunikasi, dan tingkat pendidikan. Metode pengambilan keputusan dilakukan dengan pembobotan dan perankingan alternatif berdasarkan nilai total dari setiap kriteria, Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa alternatif terbaik yang direkomendasikan untuk mutasi adalah Haris Joko Purwono, S.H. dengan nilai tertinggi sebesar 0,708, yang dinilai paling sesuai untuk ditempatkan pada bagian Polsek Muara Lakitan, Implementasi sistem pendukung keputusan ini terbukti mampu memberikan rekomendasi mutasi yang lebih objektif dan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Dengan adanya sistem terkomputerisasi, proses penentuan mutasi menjadi lebih transparan, efisien, dan terukur. Selain itu, penempatan personel yang sesuai dengan kompetensinya diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kerja dan kinerja keseluruhan di lingkungan Polres Musi Rawas.
Copyrights © 2025