Keterlambatan pemenuhan (fulfillment) pencairan pinjaman dalam jumlah besar merupakan tantangan operasional kritis bagi koperasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan penjadwalan pencairan menggunakan simulasi stokastik kejadian diskrit. Tiga kebijakan Smallest First (SF), Largest First (LF), dan First Come First Served (FCFS) sebagai baseline diuji pada tiga skenario tingkat kas aman (Low, Medium, High). Hasil simulasi menunjukkan bahwa kegagalan utama bukanlah keterlambatan (SLA), melainkan kegagalan persetujuan (Total Gagal) akibat keterbatasan kas. Data agregat membuktikan bahwa kebijakan LF (Largest First) secara signifikan lebih unggul, mencatatkan Total Gagal terendah (rata-rata 4.22) sekaligus Total Gagal Besar terendah (2.11). Kinerja ini mengungguli FCFS (Total Gagal 4.67; Gagal Besar 3.11) dan SF (Total Gagal 5.11; Gagal Besar 2.56). Temuan ini merekomendasikan adopsi kebijakan LF untuk mengoptimalkan ketersediaan kas, memprioritaskan klien bernilai tinggi, dan menjaga efisiensi operasional.
Copyrights © 2025