Pemanfaatan prosesor multicore melalui multithreading seringkali menghadapi masalah penurunan efisiensi akibat overhead dari context switching ketika jumlah thread melebihi jumlah core fisik. Penelitian ini menginvestigasi masalah tersebut melalui metode eksperimental dengan menjalankan tugas perkalian matriks (1200x1200) secara paralel menggunakan program Python dengan jumlah thread yang divariasikan (1, 2, 4, 8, dan 16). Kinerja diukur berdasarkan waktu eksekusi total dan utilitas CPU. Hasil temuan pada sistem uji (6-Core Fisik/12-Core Logis) menunjukkan bahwa kinerja optimal, dengan waktu eksekusi tercepat (0.0213 detik), dicapai pada konfigurasi 8 thread. Penambahan thread lebih lanjut (menjadi 16) justru menyebabkan peningkatan waktu eksekusi (menjadi 0.0284 detik), yang mengindikasikan inefisiensi akibat overhead. Penelitian ini juga membuktikan bottleneck kinerja tidak disebabkan oleh penggunaan memori (RAM), yang tetap stabil. Kesimpulannya, efisiensi CPU bergantung pada optimalisasi jumlah thread agar sesuai dengan titik optimal arsitektur hardware (termasuk logical core), bukan sekadar memaksimalkannya
Copyrights © 2025