Instansi pemerintahan sering menghadapi kendala dalam pengelolaan jaringan internet, termasuk pemborosan alamat IP, akses internet yang tidak terkendali ke situs media sosial dan streaming, serta distribusi bandwidth yang tidak merata. Penelitian ini mengimplementasikan Variable Length Subnet Mask (VLSM), proxy server, dan manajemen bandwidth pada server Debian 9 di Kantor Kominfo Kabupaten Solok. Metode VLSM mengoptimalkan alokasi IP dari /24 menjadi /26, mengurangi host tersedia dari 254 menjadi 62 alamat yang sesuai kebutuhan aktual. Proxy Squid berhasil memblokir lima situs utama (Youtube, Facebook, Instagram, Twitter, dan platform streaming) dengan tingkat pemblokiran 100%. Manajemen bandwidth berbasis Wondershaper membatasi kecepatan download individual menjadi 128 Kbps, memastikan distribusi yang adil untuk 58 pegawai. Pengujian menunjukkan peningkatan stabilitas jaringan dengan pengurangan latensi rata-rata dari 45ms menjadi 28ms, serta pemblokiran situs non-kerja yang berhasil meningkatkan produktivitas pegawai dan efisiensi operasional dalam transmisi data pemerintahan.
Copyrights © 2025