Usaha mikro kuliner di Kota Bandung memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal, namun produktivitasnya masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya terkait aspek kesejahteraan kerja yang kerap terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesejahteraan kerja terhadap produktivitas pelaku usaha mikro kuliner. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi sederhana, di mana data diperoleh melalui survei terhadap 98 responden pelaku usaha mikro kuliner di Kota Bandung. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesejahteraan kerja memiliki hubungan positif terhadap produktivitas, namun pengaruh tersebut lemah dan tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesejahteraan kerja belum menjadi faktor dominan penentu produktivitas, sementara faktor lain seperti inovasi, motivasi kerja, dan kompetensi kewirausahaan diduga lebih berperan penting. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya penguatan strategi usaha mikro tidak hanya dari sisi kesejahteraan kerja, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas manajerial, inovasi produk, dan dukungan kebijakan yang lebih komprehensif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi akademik dalam memperluas literatur produktivitas usaha mikro serta rekomendasi praktis bagi pelaku usaha dan pembuat kebijakan di tingkat lokal.
Copyrights © 2025