PT XYZ adalah perusahaan manufaktur yang berfokus pada produksi berbagai produk berbahan dasar plastik, salah satunya botol natural berkapasitas 100 ml. Fluktuasi permintaan menjadi tantangan penting karena dapat menimbulkan risiko keterlambatan distribusi, ketidaksesuaian jumlah produksi, serta penumpukan persediaan, sehingga diperlukan metode peramalan yang akurat untuk mendukung keputusan produksi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penjualan produk natural bottle 100 ml dengan menerapkan metode Simple Moving Average dan Single Exponential Smoothing. Selanjutnya, hasil kedua metode tersebut dibandingkan melalui perhitungan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE), di mana nilai MAPE akan dipilih salah satu yang memiliki nilai terkecil. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa jumlah penjualan natural bottle 100 ml pada periode Januari hingga Desember 2024, dengan pendekatan kuantitatif untuk pengolahan numerik serta kualitatif untuk memperkaya pemahaman pola permintaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SMA periode 3 (SMA3) menghasilkan akurasi terbaik dengan nilai Mean Absolute Deviation (MAD) sebesar 331.236 dan MAPE 14,71% yang masih tergolong cukup baik (<20%), sedangkan metode SMA2 menunjukkan tingkat kesalahan lebih tinggi dengan MAD 406.368. Pada metode SES, α = 0,5 lebih akurat dibanding α = 0,1, namun tetap berada di bawah kinerja SMA3. Dengan demikian, metode SMA3 direkomendasikan sebagai dasar peramalan penjualan jangka pendek, dan hasil ini penting karena dapat membantu perusahaan menetapkan keputusan produksi yang lebih tepat, efisien, dan sesuai kebutuhan pasar.
Copyrights © 2026