Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pengukuran antropometri pada siswa kelas 1 hingga 6 di SDN Srikaton, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Variabel independen (X) dalam penelitian ini adalah IMT, yang dihitung berdasarkan berat dan tinggi badan siswa. Variabel dependen (Y) adalah status gizi, yang dinilai melalui pengukuran ketebalan lipatan kulit menggunakan alat Skinfold Caliper. Metode penelitian ini melibatkan pengukuran tinggi dan berat badan untuk menghitung IMT, serta pengukuran ketebalan lipatan kulit di beberapa titik tubuh untuk menilai komposisi lemak tubuh. Sebagai alat untuk mengukur status gizi, IMT memiliki kelebihan dalam hal kemudahan dan kecepatan pengukuran. Namun, IMT tidak dapat membedakan antara massa otot dan lemak tubuh, sehingga tidak selalu mencerminkan komposisi tubuh secara akurat. Sebaliknya, pengukuran ketebalan lipatan kulit menggunakan Skinfold Caliper dapat memberikan perkiraan persentase lemak tubuh yang lebih akurat, meskipun memerlukan keterampilan teknis dan konsistensi dalam pengukuran. Kombinasi kedua metode ini dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai status gizi dan komposisi tubuh siswa.dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai status gizi siswa di SDN Srikaton dan menjadi dasar untuk intervensi yang lebih tepat dalam upaya meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak.
Copyrights © 2025