Sertifikasi halal merupakan alat penting dalam memperkuat daya saing usaha mikro di sektor makanan dan minuman di Indonesia, di mana mayoritas konsumennya adalah Muslim. Program sertifikasi halal gratis yang disediakan oleh pemerintah bertujuan untuk membantu usaha mikro memenuhi standar syariah dan memperluas akses ke pasar halal yang terus berkembang. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan, baik internal maupun eksternal. Studi ini menggunakan pendekatan Resource-Based View (RBV) untuk menganalisis hambatan yang dihadapi usaha mikro di Purwokerto dalam memperoleh sertifikasi halal. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan internal meliputi pengetahuan yang terbatas, kemampuan administratif, serta modal dan waktu yang terbatas. Sementara itu, hambatan eksternal meliputi birokrasi yang rumit, sosialisasi yang minim, dan koordinasi antar lembaga yang kurang optimal. Dari perspektif RBV, hambatan sumber daya internal memiliki dampak signifikan terhadap rendahnya partisipasi dalam program sertifikasi halal. Strategi pemberdayaan diperlukan melalui pelatihan berkelanjutan, bimbingan adaptif, dan reformasi birokrasi yang menyederhanakan prosedur administratif. Selain itu, digitalisasi proses sertifikasi halal merupakan solusi strategis untuk memperluas akses informasi dan mempercepat layanan.
Copyrights © 2025