Pertumbuhan cepat teknologi digital mengubah cara anak muda melihat budaya dan lingkungan sehari-hari. Melalui akses mudah ke konten global seperti musik Korea, serial Jepang, juga tayangan mancanegara, banyak remaja justru lebih sering terlibat dengan budaya luar dibandingkan tradisi lokal. Akibatnya, nilai-nilai budaya Indonesia kerap dipandang usang atau tak sesuai gaya hidup masa kini. Meskipun begitu, ciri khas bangsa tetap diperlukan untuk membangun kesadaran diri, menciptakan ikatan sosial, bahkan menyuport toleransi antarkelompok yang berbeda. Jika rasa cinta tanah air mulai luntur, anak muda bisa tidak lagi merasa dekat dengan negara dan enggan ambil bagian di dalamnya. Oleh karena itu, perlu sekali menumbuhkan jiwa nasional melalui pembelajaran yang berakar pada nilai Pancasila serta memperkuat kepribadian diri. Melalui pendekatan ini, anak muda menjadi lebih sadar betapa pentingnya menjalin kembali hubungan dengan akar budayanya, serta membangkitkan sikap rela berkorban untuk negeri. Hal ini penting karena Indonesia membutuhkan wajah yang jelas saat arus budaya asing masuk semakin deras.
Copyrights © 2025