Penelitian ini mengkaji dampak inflasi dan BI Rate terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) selama periode 2020–2024 dengan menerapkan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Data sekunder time series bulanan diperoleh dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Hasil pengujian stasioneritas mengungkapkan bahwa seluruh variabel bersifat stasioner pada first difference, sedangkan uji kointegrasi Johansen dan Bound Test mengonfirmasi keberadaan hubungan keseimbangan jangka panjang di antara inflasi, BI Rate, dan ISSI. Meski demikian, estimasi ARDL menunjukkan bahwa baik secara parsial maupun simultan, inflasi dan BI Rate tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap ISSI dalam jangka pendek. Hal ini didukung oleh nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,3193 dan R² sebesar 0,0834, yang mencerminkan terbatasnya kemampuan model dalam menjelaskan variasi pergerakan ISSI. Temuan ini mengimplikasikan bahwa dinamika ISSI lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar variabel makroekonomi yang diteliti. Di sisi lain, model ARDL yang digunakan tetap menunjukkan performa peramalan yang stabil dan mengindikasikan tren peningkatan ISSI secara konsisten sepanjang periode penelitian.
Copyrights © 2025