Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan pembingkaian (framing) pemberitaan kasus pembunuhan terhadap perempuan yang melibatkan Dina Oktaviani pada dua media daring nasional, yaitu Liputan6.com dan Detik.com. Kasus kekerasan berbasis gender yang berujung pada kematian masih menjadi fenomena yang mendapat perhatian luas dari publik, sehingga penting untuk memahami bagaimana media massa mengonstruksi makna, penyebab, dan solusi atas peristiwa tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model analisis pembingkaian Robert N. Entman yang meliputi empat elemen utama, yakni pendefinisian masalah, diagnosis penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penanganan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam cara kedua media membingkai kasus Dina Oktaviani. Liputan6.com cenderung menyoroti latar belakang sosial-ekonomi pelaku sebagai faktor dominan dalam terjadinya kekerasan, sedangkan Detik.com lebih menekankan dinamika relasi kuasa dan hubungan personal di lingkungan kerja korban dan pelaku. Perbedaan pembingkaian ini berimplikasi pada cara publik memahami akar permasalahan kekerasan terhadap perempuan. Penelitian ini menegaskan bahwa framing media memiliki peran penting dalam membentuk persepsi sosial terhadap femisida serta menekankan urgensi literasi media kritis dalam menghadapi pemberitaan kekerasan berbasis gender di ruang digital.
Copyrights © 2025