Nyeri sendi merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling prevalen pada lansia, yang disebabkan oleh proses degeneratif seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis, dan gout arthritis. Terapi farmakologis sering kali menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, sehingga intervensi nonfarmakologis seperti kompres jahe memerlukan kajian efektivitas secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kompres jahe dalam mereduksi intensitas nyeri sendi pada lansia melalui pendekatan systematic review yang berbasis pada pedoman PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dengan rentang publikasi 2020–2025 menggunakan kata kunci “kompres jahe”, “nyeri sendi”, dan “lansia”. Sebanyak 1.268 artikel teridentifikasi pada tahap awal. Setelah proses penyaringan berdasarkan judul, 1.184 artikel dieliminasi karena tidak relevan. Sebanyak 42 artikel memasuki tahap eligibility, namun 37 artikel tereksklusi karena tidak dapat diakses atau tidak memenuhi kriteria kelengkapan. Lima artikel yang memenuhi seluruh kriteria inklusi kemudian dianalisis menggunakan JBI Critical Appraisal Tools. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua artikel melaporkan penurunan intensitas nyeri sendi secara signifikan (p < 0,05) setelah pemberian kompres jahe, baik dalam bentuk parutan, rebusan, maupun kompres hangat jahe. Efektivitas tersebut terkait dengan kandungan gingerol dan shogaol yang memiliki efek antiinflamasi dan analgesik. Berdasarkan temuan ini, kompres jahe terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan nyeri sendi pada lansia dan dapat direkomendasikan sebagai komponen praktik keperawatan mandiri.
Copyrights © 2025