Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pengembangan kewirausahaan menjadi tantangan utama dalam mengelola usaha madu hutan di Desa Lambusango. Meskipun madu hutan merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi, pemanfaatannya belum terorganisasi dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas wirausaha masyarakat mandiri melalui penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai lembaga pengelola usaha madu kolektif. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada lima tahapan (5P), yaitu: enabling, strengthen, protect, support, dan keeping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola usaha madu hutan secara lebih terstruktur. BUMDes Lambusango berperan sebagai fasilitator kelembagaan, pemberi dukungan teknis, dan pelindung intensi berbisnis. Program ini berkontribusi dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi alam dan mendorong terbentuknya sistem usaha desa yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Copyrights © 2026