Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai tukar dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode 2020–2024, yaitu masa yang ditandai oleh ketidakpastian global pascapandemi COVID-19 serta meningkatnya volatilitas ekonomi dunia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan metode Error Correction Model (ECM) dengan bantuan perangkat lunak EViews untuk menguji hubungan jangka pendek dan jangka panjang antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, baik secara parsial maupun simultan, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi masing-masing variabel yang berada di atas tingkat signifikansi 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa selama periode penelitian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak secara langsung dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar dan tingkat inflasi. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi lebih banyak didorong oleh faktor-faktor lain, seperti konsumsi domestik, peningkatan investasi, serta stabilitas kebijakan fiskal dan moneter yang diterapkan pemerintah. Oleh karena itu, penguatan sektor riil dan menjaga stabilitas makroekonomi menjadi strategi penting dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan dan dinamika ekonomi global.
Copyrights © 2025