Partisipasi angkatan kerja mencerminkan tingkat keterlibatan penduduk usia kerja dalam aktivitas ekonomi produktif dan menjadi indikator penting dalam menilai kinerja pasar tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pengangguran terbuka dan upah minimum provinsi terhadap partisipasi angkatan kerja di Provinsi Lampung. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik periode 2021–2025. Metode regresi logistik diterapkan karena variabel dependen dalam penelitian ini bersifat dikotomis, yaitu berpartisipasi atau tidak berpartisipasi dalam angkatan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka berpengaruh negatif dan signifikan terhadap partisipasi angkatan kerja, yang mengindikasikan bahwa meningkatnya pengangguran dapat menurunkan minat masyarakat untuk masuk ke pasar kerja. Sementara itu, upah minimum provinsi berpengaruh positif terhadap partisipasi angkatan kerja, karena upah yang lebih layak mampu mendorong individu usia kerja untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan penciptaan lapangan kerja dan penetapan upah yang layak perlu dilakukan secara terpadu untuk meningkatkan partisipasi angkatan kerja dan memperkuat pasar tenaga kerja daerah (BPS, 2021–2025; Neumark & Shirley, 2021).
Copyrights © 2025