Hubungan antar manusia idealnya adalah hubungan kemanusiaan yang harmonis, tercipta atas kesadaran untuk melebur kepentingan individu demi kepentingan bersama. Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan sejak dilahirkan hingga akhir hayat. Namun, realitas kontemporer memperlihatkan tingginya eskalasi konflik, terutama di kalangan remaja, seperti fenomena tawuran antar pelajar di Kota Padang. Konflik ini sering dipicu oleh perbedaan pendapat dan identitas kelompok yang berujung pada tindakan diskriminatif dan kekerasan kolektif, mengancam kohesi sosial dan keselamatan publik. Untuk mengatasi masalah kompleks ini, diperlukan pendekatan terstruktur, yaitu penerapan Prinsip Manajemen Risiko. Pendekatan ini berfokus pada identifikasi, analisis, evaluasi, dan mitigasi risiko tawuran secara sistematis. Tahap pertama adalah identifikasi risiko (misalnya, lokasi rawan, jam pulang sekolah, atau kelompok pemicu). Selanjutnya, analisis risiko dilakukan untuk memahami probabilitas dan dampak potensial dari kejadian tawuran. Berdasarkan analisis, evaluasi risiko menentukan prioritas penanganan. Strategi mitigasi risiko merupakan inti solusi, yang harus melibatkan upaya preventif dan responsif. Upaya ini mencakup: 1) Pendidikan dan Pembelajaran Karakter di lingkungan keluarga (dukuangan dan pembelajaran orang tua) yang menanamkan nilai toleransi dan resolusi konflik; 2) Pengawasan Terpadu oleh sekolah dan aparat keamanan di titik-titik rawan; serta 3) Pelibatan Komunitas (pengawasan dari masyarakat luar) melalui kegiatan positif yang menyalurkan energi remaja. Dengan mengimplementasikan siklus Manajemen Risiko ini, risiko tawuran dapat dikelola dan diminimalisasi secara berkelanjutan, mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan harmonis di Kota Padang.
Copyrights © 2025