Nyeri haid, atau dismenore, adalah masalah umum di kalangan remaja perempuan yang seringkali mengganggu kegiatan sehari-hari dan suasana hati mereka. Salah satu metode non-obat yang telah terbukti ampuh dalam meredakan nyeri dismenore adalah dengan menerapkan kompres hangat. Tujuan studi ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif terapi kompres hangat dalam mengurangi nyeri dismenore melalui peninjauan sistematis. Informasi dikumpulkan dari Google Scholar dan Semantic Scholar dengan memilih artikel yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025. Setelah proses pencarian, lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan metode PRISMA. Setiap studi menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan perbedaan dalam jumlah peserta. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa penggunaan kompres hangat secara signifikan mampu menurunkan tingkat nyeri pada remaja perempuan yang menderita dismenore, mengubahnya dari kategori nyeri sedang atau berat menjadi ringan. Cara kerja terapi ini melibatkan pelebaran pembuluh darah di area tertentu, meningkatkan aliran darah ke perut, serta membantu mengendurkan otot-otot rahim yang tegang. Efek panas juga mempercepat pelepasan substansi penyebab nyeri (seperti prostaglandin), yang secara langsung membantu mengurangi rasa sakit. Selain itu, cara ini mudah dilakukan, ekonomis, dan dapat diterapkan sendiri. Kesimpulan dari studi ini mengindikasikan bahwa terapi kompres hangat dapat menjadi alternatif non-obat yang efektif untuk mengatasi nyeri dismenore. Direkomendasikan agar institusi pendidikan memasukkan pelatihan tentang teknik ini agar remaja dapat mengelola dismenore secara mandiri, serta melakukan penelitian lebih lanjut dengan kelompok kontrol yang lebih besar untuk memperkuat bukti ilmiah.
Copyrights © 2025