Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran. Namun, secara empiris peran UMKM di tingkat daerah belum selalu menunjukkan hasil yang optimal dalam menurunkan tingkat pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh UMKM terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data runtut waktu periode 2015–2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM tidak berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Banjarmasin. Koefisien regresi UMKM bernilai positif namun tidak signifikan, yang mengindikasikan bahwa peningkatan jumlah UMKM belum mampu menurunkan tingkat pengangguran secara efektif. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan UMKM masih didominasi oleh usaha berskala mikro dengan daya serap tenaga kerja yang terbatas. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengembangan UMKM perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan jumlah, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan kapasitas usaha agar mampu berkontribusi secara optimal dalam menurunkan pengangguran.
Copyrights © 2025