Stunting masih menjadi persoalan gizi jangka panjang yang menghambat perkembangan optimal anak di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, berbagai program berbasis komunitas dikembangkan karena dinilai efektif menjangkau keluarga secara langsung dan mendorong perubahan perilaku gizi. Penelitian ini bertujuan menelaah efektivitas intervensi komunitas dalam percepatan penurunan stunting melalui kajian literatur terhadap lima penelitian relevan. Metode yang digunakan adalah review literatur dengan menelaah program edukasi gizi bagi ibu hamil dan balita, pendampingan keluarga berisiko, inovasi sosial berbasis gotong royong, penguatan posyandu, pemberian intervensi gizi tambahan, serta model pemberdayaan seperti Asah-Asih-Asuh. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan komunitas secara konsisten meningkatkan pengetahuan gizi, kualitas pengasuhan, akses layanan kesehatan, serta kepatuhan pemantauan 1000 HPK. Beberapa studi juga mencatat penurunan risiko stunting, misalnya penurunan angka balita berisiko dari 9,32% menjadi 6,9% serta perbaikan status gizi setelah pemberian PMT dan edukasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi komunitas efektif apabila dijalankan secara sistematis, berkelanjutan, serta didukung partisipasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor. Diperlukan model pemberdayaan yang lebih adaptif dan sesuai konteks lokal untuk mendukung percepatan penurunan stunting secara nasional.
Copyrights © 2025