Penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar menjadi perhatian serius karena pelajar berada pada fase rentan dalam proses pembentukan nilai dan jati diri. Sosialisasi yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo menjadi salah satu strategi preventif yang penting untuk menanamkan pemahaman sejak dini terkait bahaya narkoba. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana materi penyuluhan yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi BNNK Sidoarjo dapat membentuk kesadaran dan nilai sosial antinarkoba di kalangan pelajar. Penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung terhadap kegiatan penyuluhan serta telaah terhadap materi presentasi resmi BNNK Sidoarjo yang berjudul Indonesia Darurat Narkoba. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa materi penyuluhan tidak hanya berfokus pada pengenalan jenis dan dampak narkoba, tetapi juga menekankan nilai tanggung jawab personal, kesadaran sosial, serta kemampuan kontrol diri sebagai landasan pembentukan sikap antinarkoba. Materi disampaikan melalui contoh kasus nyata dan narasi pengalaman yang dekat dengan kehidupan pelajar, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterima. Pola penyampaian yang interaktif turut mendorong pelajar untuk merefleksikan pilihan sikap dan perilaku mereka, serta memahami konsekuensi sosial dari penyalahgunaan narkoba dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2025