Transformasi digital dalam institusi pendidikan telah meningkatkan ketergantungan pada teknologi informasi, termasuk dalam manajemen data, administrasi, dan proses pembelajaran daring. Namun, perkembangan ini juga memunculkan risiko signifikan terkait keamanan data dan ancaman siber yang mampu mengganggu operasional pendidikan secara menyeluruh. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk menganalisis tingkat kesiapan organisasi pendidikan dalam menghadapi risiko teknologi dan keamanan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ancaman siber seperti malware, phishing, ransomware, serta ancaman dari dalam organisasi dapat menyebabkan gangguan pembelajaran, kerugian finansial, pencurian data sensitif, hingga penurunan reputasi lembaga. Selain itu, kurangnya literasi keamanan, lemahnya infrastruktur, dan minimnya tata kelola risiko TI memperparah kerentanan institusi pendidikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan manajemen risiko TI, standar keamanan seperti ISO 27001 dan KAMI, serta pembangunan budaya keamanan melalui pelatihan kepada seluruh warga satuan pendidikan. Dengan pendekatan strategis yang mengintegrasikan aspek kebijakan, teknologi, dan sumber daya manusia, institusi pendidikan dapat meningkatkan ketahanan digital dan melindungi aset informasinya secara lebih efektif
Copyrights © 2025