Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk alih kode serta faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya alih kode dalam rapat evaluasi kegiatan Pengurus Ortom Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Purworejo (HW UMPWR). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan perekaman selama berlangsungnya rapat evaluasi program kerja di Sekretariat HW UMPWR. Analisis data dilakukan melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi terhadap tuturan yang mengandung alih kode.Hasil penelitian menunjukkan adanya empat bentuk alih kode, yaitu alih kode internal, alih kode eksternal, alih kode situasional, dan alih kode metaforis. Alih kode internal didominasi peralihan bahasa Indonesia ke bahasa Jawa yang berfungsi memperkuat keakraban dan identitas budaya penutur. Alih kode eksternal berupa penggunaan kosakata bahasa Inggris muncul terutama pada istilah teknis terkait keuangan, publikasi, dan manajemen kegiatan. Alih kode situasional terjadi karena perubahan suasana rapat dari formal menjadi informal, sedangkan alih kode metaforis digunakan untuk menyampaikan nilai budaya dan makna emosional melalui ungkapan khas bahasa Jawa.Faktor penyebab alih kode meliputi penutur, lawan tutur, perubahan topik, situasi komunikasi, kebutuhan menciptakan kedekatan, penggunaan istilah populer, serta upaya membangun suasana yang humoris dan cair. Secara keseluruhan, alih kode berperan penting dalam menjaga efektivitas komunikasi, mengatur dinamika interaksi, serta menggambarkan identitas sosial anggota dalam forum musyawarah organisasi.
Copyrights © 2025