Penelitian ini mengkaji fenomena alih kode dan campur kode dalam film Cek Toko Sebelah karya Ernest Prakarsa. Indonesia sebagai negara multibahasa dengan keberagaman suku dan budaya memungkinkan terjadinya penggunaan dua bahasa atau lebih secara bergantian oleh penutur. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif sosiolinguistik. Data diambil dari dialog film yang dianalisis menggunakan teknik simak dan catat, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan dukungan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan 9 data alih kode, dengan rincian 1data alih kode internal dan 8 data alih kode eksternal. Campur kode terdapat 7 data, dengan rincian 6 data campur kode kata dan 1 data campur kode frasa. Alih kode dan campur kode terjadi dipengaruhi oleh faktor sosial, lawan bicara, dan konteks komunikasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan toeretis dan menjadi referensi praktis bagi pengembangan kajian tentang alih kode dan campur kode dalam konteks media film berbahasa Indonesia.
Copyrights © 2026