Peningkatan mobilitas masyarakat menyebabkan volume lalu lintas pada simpang jalan semakin tinggi, terutama pada jam puncak, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan dan penurunan kinerja jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volume dan komposisi lalu lintas pada Simpang Jalan Moch. Sroji–JPB Sudirman dan Simpang Jalan Moch. Sroji–MASTIP di Kabupaten Jember berdasarkan jam puncak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui observasi lapangan dengan tiga waktu pengamatan, yaitu pengamatan awal, satu minggu, dan satu bulan. Data yang diperoleh meliputi volume kendaraan dan jenis kendaraan yang melintas pada masing-masing simpang, kemudian dianalisis menggunakan General Linear Model (GLM) Repeated Measures untuk mengetahui perbedaan volume lalu lintas antar waktu pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan volume lalu lintas yang signifikan antar waktu pengamatan (p < 0,05), dengan pola perubahan yang bersifat linear dan kuadratik. Simpang Moch. Sroji–JPB Sudirman memiliki volume lalu lintas yang lebih tinggi dibandingkan Simpang Moch. Sroji–MASTIP. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian lalu lintas yang lebih efektif, khususnya pada jam puncak di wilayah Kabupaten Jember
Copyrights © 2026