Permukiman kumuh masih menjadi persoalan serius di Kota Pematangsiantar, khususnya di Kelurahan Tanjung Pinggir yang berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kota. Kawasan ini mengalami tekanan fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan yang signifikan. Pada tahun 2025, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman mencatat terdapat 1.577 rumah tangga tidak layak huni, sementara program penanganan baru mencakup 771 rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi permukiman kumuh, sistem pengelolaan sampah, serta merumuskan strategi revitalisasi pemberdayaan masyarakat di Tanjung Pinggir. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, serta kajian dokumen resmi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekumuhan disebabkan oleh padatnya bangunan, lemahnya akses sanitasi, minimnya fasilitas pengelolaan sampah, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Revitalisasi pemberdayaan masyarakat ditemukan sebagai strategi paling efektif, karena mampu mengintegrasikan aspek fisik, sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan komunitas, pengembangan bank sampah, pembentukan unit usaha berbasis daur ulang, serta pendampingan berkelanjutan oleh pemerintah daerah.
Copyrights © 2026