Permasalahan pengelolaan sampah merupakan isu lingkungan yang kompleks dan terus berkembang, khususnya di wilayah pedesaan seperti Nagari Sumpur Kudus. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengelolaan sampah berbasis partisipatif melalui implementasi tiga pendekatan utama: Loseda (Lobang Sesa Dapur), Ecobrick, dan Goro (Gotong Royong). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, berlokasi di Nagari Sumpur Kudus selama pelaksanaan KKN mahasiswa Universitas Negeri Padang tahun 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Loseda efektif dalam mengurangi volume sampah organik rumah tangga, sementara ecobrick membantu pengolahan sampah plastik menjadi produk fungsional seperti kursi dan pembatas taman. Goro, yang dikemas dalam kegiatan Jumat Bersih, memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menjadi sarana penyebaran edukasi pengelolaan sampah. Ketiga pendekatan ini saling melengkapi dan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang menyeluruh, adaptif, dan berbasis budaya lokal. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kolaboratif yang melibatkan warga secara langsung tidak hanya berdampak terhadap kebersihan fisik lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran, solidaritas sosial, dan perubahan budaya terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan.
Copyrights © 2026