Penelitian ini mengkaji penerapan blended learning dalam pembelajaran mata kuliah Qira’at Ibnu Katsir di STIQ Rakha Amuntai. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan adaptasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap konteks pembelajaran digital tanpa menghilangkan karakteristik pembelajaran qira’at yang menuntut praktik langsung dan bimbingan intensif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran dan analisis dokumen, termasuk Rencana Pembelajaran Semester dan bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tatap muka tetap menjadi moda utama, terutama dalam praktik bacaan Al-Qur’an dan koreksi langsung, sementara pembelajaran daring sinkron digunakan secara adaptif sebagai penguatan materi dan pendampingan akademik. Implementasi blended learning belum dirumuskan secara eksplisit dalam Rencana Pembelajaran Semester dan berkembang secara pragmatis sesuai kebutuhan pembelajaran. Peran dosen menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas pembelajaran dari aspek pedagogis dan keilmuan. Temuan ini menegaskan bahwa blended learning dalam pembelajaran qira’at perlu dirancang secara proporsional dan selaras dengan karakter mata kuliah serta tujuan Pendidikan Agama Islam
Copyrights © 2026