Anjungan Mutu Perguruan Tinggi (AMPERA) merupakan sebuah sistem layanan digital yang dirancang dan diimplementasikan oleh LLDIKTI Wilayah II sebagai upaya untuk mendukung peningkatan mutu serta tata kelola perguruan tinggi di wilayah binaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan layanan AMPERA dengan mengacu pada kerangka kerja Information Technology Infrastructure Library (ITIL) versi 3. Hasil observasi dan wawancara dengan pihak terkait menunjukkan bahwa AMPERA masih menghadapi kendala, khususnya pada aspek manajemen pengendalian (pengelolaan) layanan operasional yang belum berjalan secara optimal dan efisien. Oleh karena itu, diperlukan suatu evaluasi untuk mengukur tingkat kematangan layanan sistem tersebut sebagai dasar penilaian keberlanjutan dan pengembangan sistem dikemudian hari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, serta wawancara yang melibatkan pengelola sistem, staf teknis, dan pengguna layanan. Proses analisis dilakukan dengan mengukur tingkat kematangan layanan berdasarkan kerangka kerja ITIL versi 3 pada domain Service Operation. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tingkat kematangan saat ini (as-is) pada layanan AMPERA berada pada nilai 4,00 yang termasuk dalam level 4 (Managed), sementara tingkat kematangan yang ditargetkan (to-be) berada pada nilai 5,00 atau level 5 (Optimized), sehingga terdapat selisih sebesar 1,0. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, diperoleh tiga rekomendasi utama yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi instansi LLDIKTI Wilayah II Palembang dalam upaya meminimalkan kesenjangan dan meningkatkan kualitas operasional layanan AMPERA.
Copyrights © 2026