Batik Kawung Yogyakarta sebagai warisan budaya UNESCO mengandung komposisi visual geometris yang kompleks dan berpotensi merepresentasikan konsep geometri non-Euclidean hiperbolik dalam kosmologi Jawa yang memandang semesta sebagai ruang tak bertepi. Permasalahan utama dalam kajian ini adalah minimnya analisis sistematis mengenai integrasi matematika modern terhadap pola lingkaran berlapis eksentris pada Batik Kawung, sehingga potensi etnomatematika sebagai media pembelajaran geometri berbasis budaya belum tereksplorasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola hiperbolik pada Batik Kawung Yogyakarta serta menganalisis potensinya sebagai media ajar inovatif dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah systematic literature review kualitatif terhadap lima artikel ilmiah periode 2015–2025 melalui tahap penyaringan, analisis visual menggunakan GeoGebra, dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overlap lingkaran eksentris berlapis membesar secara eksponensial sehingga membentuk kurvatur negatif (K = −1) dengan sudut pertemuan node melebihi 360°, yang secara intuitif telah diterapkan oleh pengrajin batik. Temuan ini menegaskan bahwa Batik Kawung berpotensi dikembangkan sebagai media pembelajaran geometri SMA berbasis Higher Order Thinking Skills sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya nasional.
Copyrights © 2026