Masalah pengelolaan sampah di lingkungan sekolah dasar menjadi isu krusial karena berdampak pada kenyamanan belajar dan pembentukan karakter sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pembiasaan pengelolaan sampah di SDN 39 Leran – Manyar, peran pembiasaan tersebut dalam memperkuat karakter peduli lingkungan sosial budaya siswa, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 24 siswa kelas 1 SD. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah dan guru, serta dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan pengelolaan sampah dilakukan melalui metode ceramah, tanya jawab, dan pendampingan langsung dalam memilah sampah organik dan anorganik. Sebagian besar siswa telah mampu mengenali jenis sampah dan menunjukkan antusiasme tinggi, meskipun konsistensi perilaku masih memerlukan pengawasan rutin. Kegiatan ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama sebagai bagian dari karakter sosial budaya. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peran guru sebagai teladan dan penyediaan fasilitas yang memadai untuk menjamin keberlanjutan program. Pembentukan karakter peduli lingkungan memerlukan waktu dan pengulangan yang konsisten agar dapat menjadi budaya sekolah yang menetap.
Copyrights © 2026