Lalu lintas di kota cenderung mengalami fluktuasi seiring dengan jam aktivitas masyarakat, khususnya pada pagi dan sore hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif perbedaan jumlah pengendara sepeda motor pada waktu pagi dan sore serta menguji signifikansi perbedaannya menggunakan pendekatan statistik. Penelitian ini dilakukan di kawasan perkotaan Jember di jalan PB Sudirman menggunakan metode kuantitatif komparatif dengan pengumpulan data melalui observasi lanngsung di lapangan pada interval waktu 15 menit. Data tersebut dianalisis menggunakan software IBM SPSS dengan cara deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Wilcoxon Signed Rank Test, dan uji t-berpasangan. Hasil analisis menunjukkan rata-rata jumlah pengendara pagi hari sebesar 538,91 unit, lebih tinggi dibandingkan sore hari sebesar 393,18 unit. Uji normalitas menunjukkan data pagi tidak berdistribusi normal (Sig = 0,011), sementara data sore berdistribusi normal (Sig = 0,310). Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Sig = 0,155 dan uji t-berpasangan menghasilkan nilai Sig = 0,123, keduanya lebih besar dari 0,05 sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara jumlah pengendara pagi dan sore hari. Meskipun demikian, secara praktis terdapat lonjakan volume kendaraan pada pagi hari, khususnya pada interval 06.45–07.00. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam manajemen dan pengaturan lalu lintas di kawasan perkotaan Jember agar lebih lancar dan lebih aman.
Copyrights © 2026